Rapat Kerja Daerah II BPD D.I Yogyakarta dibuka, Hotel Grand Rohan Januari 2026
Bantul, YOGYAKARTA – BPC PHRI Sleman kembali menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat ekosistem pariwisata daerah melalui partisipasi di Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II BPD PHRI D.I. Yogyakarta 2026. Dalam forum strategis ini, PHRI Sleman melaporkan berbagai capaian signifikan serta merumuskan langkah inovatif untuk menghadapi tantangan industri perhotelan dan restoran ke depan.
BPC PHRI Sleman melaporkan tren positif dalam pertumbuhan keanggotaan. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 130 anggota telah bergabung, yang terdiri dari enampuluh tujuh hotel berbintang dan Non-bintang empatbelas, restoran sebanyak empat puluh empat dan sekolah pariwisata sebanyak lima lembaga pendidikan di wilayah Sleman. Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya kepercayaan para pelaku usaha terhadap organisasi sebagai wadah aspirasi dan pengembangan bisnis.
"Keanggotaan yang solid adalah fondasi kami. Kami terus mendorong standarisasi kualitas pelayanan agar daya saing pariwisata di Sleman semakin kuat," Andhu menyampaikan.
Rakerda bukan sekadar laporan rutin, tapi ajang pembuktian bahwa PHRI Sleman terus bergerak dinamis. Kami bangga bisa membawa aspirasi anggota ke level provinsi demi kebijakan yang lebih pro-pengusaha dan masyarakat. Sleman Tourism, Moving Forward! 🏨🌟
Sepanjang periode berjalan, PHRI Sleman telah mengeksekusi berbagai program kerja unggulan, di antaranya:
Pengembangan SDM: Penyelenggaraan pelatihan kompetensi bagi staf hotel dan restoran untuk memastikan layanan prima sesuai standar industri. Total sudah menyelenggarakan sebanyak 329 peserta (Sertifikat Laik Hygine Sanitasi, Front Office, dan Marketing) selama periode 2025.
HUT ke-12 yang Berkesan: Perayaan hari jadi dengan semangat "Bersama Berbagi, Membangun Pariwisata Peduli", yang melibatkan aksi donor darah, cek kesehatan gratis, hingga pembagian paket sembako bagi rekan ojek online.
Anugrah Lestari: Memberikan apresiasi kepada properti anggota PHRI Sleman yang berkomitmen pada penerapan teknologi ramah lingkungan dan ruang terbuka hijau.
Dalam Rakerda ini, PHRI Sleman juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah, khususnya dalam pembahasan Raperda Perubahan Perda No. 15 Tahun 2020. PHRI Sleman secara aktif mengusulkan kemudahan perizinan, sinkronisasi antar-instansi (OSS), serta insentif pajak bagi pelaku usaha yang berkontribusi pada ekonomi kerakyatan dengan menggunakan bahan baku lokal Sleman.
Rapat Kerja Komisi, Rakerda II BPD PHRI DI. Yogyakarta
Menghadapi tahun 2026, PHRI Sleman telah menyiapkan peta jalan (roadmap) yang fokus pada digitalisasi promosi. Salah satu poin penting adalah usulan kolaborasi anggaran promosi bersama dengan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi-destinasi unggulan di Sleman.
Rapat Kerja Komisi, Rakerda II BPD PHRI DI. Yogyakarta
Delegasi BPC PHRI Sleman, Rakerda II BPD PHRI DI. Yogyakarta
Rakerda II BPD PHRI DIY 2026 ini diakhiri dengan semangat kebersamaan antar-BPC se-DIY. Dengan laporan kinerja yang kuat dari Sleman, diharapkan sinergi antarwilayah semakin kokoh demi menjadikan D.I. Yogyakarta sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang tetap peduli pada nilai-nilai lokal dan lingkungan. (AP, Bantul Yogyakarta)